To Travel With Love Chapter 10


Preview

“Hiks… hiks… Kyu~ hiks…” isakkan pilu itu terdengar lagi. Donghae berjalan gontai mendekati pohon ek, tempat Kyuhyun. Pandangannya sangat buram akibat air matanya sendiri.

“Kyu~ hiks…” lirih Donghae begitu melihat Kyuhyun terduduk di bawah pohon ek sambil memejamkan matanya. ”Kyu hiks… kau hiks… puas?” tanyanya lirih. Kyuhyun tak menjawab, mempertahankan dirinya.

“Kau jahat! Hiks…” seru Donghae sambil berlari meninggalkan Kyuhyun.

Begitu Donghae tak ada, Kyuhyun membuka matanya. Tatapannya mengisyaratkan kesedihan, matanya sama buramnya dengan Donghae. “Maaf Lee Donghae. Aku mencintaimu” lirihnya, tanpa sadar setetes air mata ikut jatuh.

.

To Travel With Love

Genre : Romance, Drama

Rate : T

Warning : Abal, Gaje, typos bertebaran, GS

Diclaimer : Dijamin 100% member SJ milik dirinya sendiri, keluarga dan Tuhan YME. Don’t like, Don’t read! If you still read, you blind! Tidak menerima bash untuk pair!

.


Pagi itu bukanlah pagi yang cerah, sama seperti pagi-pagi sebelumnya bagi Donghae maupun Kyuhyun. Seminggu setelah kejadian itu, mereka sama-sama ingin sendiri dulu.

“Dia pasti memiliki alasan tersendiri, Hae~” sahut Ryeowook membuyarkan lamunan Donghae di pagi hari.

Donghae menatap Ryeowook, tak mengerti.

“Dia, Prince Kyuhyun pasti mempunyai alasan tersendiri mengapa menyuruhmu begini” jelas Ryeowook hati-hati.

“Katakan apa itu? Alasan konyol macam apa? Menyerahkan kekasihnya untuk menjadi kekasih orang lain? alasan rasional apa yang ia pakai Ryeowook? Katakana padaku hiks… katakana hiks…” seru Donghae frustasi.

Bruk

Dijatuhkan dirinya di atas kasur. Menangis sepuasnya di sana. Mencurahkan apa yang selama ini berusaha ia sugestikan semua akan berjalan baik-baik saja.

“Aku mau telepon umma” gumamnya.

Terburu-buru, ia mencari ponselnya. Menekan serentetan nomor yang sudah dihapal.

Yoboseyo

“Umma hiks… umma hiks… umma“ isak Donghae begitu sambungan telepon itu diterima oleh ummanya.

Donghae~ah ada apa jagi? Uljima jagi~” seru Leeteuk panic mendengar anak cengengnya mennagis.

“Umma hiks… umma… hiks…”

Donghae ceritakkan pada umma sayang? Apa yang terjadi?

“Umma hiks… Kyunnie hiks… Kyunnie meminta hiks… Donghae menjadi hiks… yeojacingu hiks Kibum” jelas Donghae terbata-bata.

Leeteuk terdiam sesaat.

Donghae dengarkan umma sayang. Kyuhyun pasti mempunyai alasan mengapa dia menyuruhmu begitu. Sayang jangan menangis” nasihat sang umma.

“Hiks… umma hiks…”

Akhirnya Donghae benar-benar menangis sepanjang ummanya memberikkan nasihat. Pikirannya terlalu penuh sampai-sampai dia tertidur saking kelelahan menangis dan mendengar nasihat ummanya.

Umma dan anak itu memang saling terbuka. Tak ada satu pun yang akan Donghae tutupi dari ummanya, kecuali saat-saat tertentu seperti kejadian di perpustakkan misalnya. Selebihnya dia anak yang sangat dekat oleh orang tuanya.

“Putri, aku doakan semoga kau bahagia dengan siapa pun diantara mereka” lirih Ryeowook sambil menyelimuti tubuh Donghae.

.

.

.

Kyuhyun POV

Sudah lebih dari seminggu aku ke sini. Duduk di taman samping asrama wanita sambil memandang jendela kamar Donghae. Selalu seperti ini.

Aku terlalu pengecut untuk menyapanya

Terlalu pengecut untuk menemuinya

Terlalu pengecut untuk melihat kesedihan itu

Aku takut pertahananku selama ini akan runtuh

Keegoisanku memakan segalanya

Biarkan seperti ini. Melihatnya dari jauh.

Melihat senyumnya, tawanya, keceriaannya, kepolosannya, kecantikannya, itu cukup dilakukan dari jauh. Lebih baik seperti ini dari pada jika aku mendekat semuanya akan pudar dalam sekejap.

Lee Donghae, maafkan aku.

Aku mencintaimu

Mimpi indah sayang

Aku selalu menemanimu setiap malam di sini

Kyuhyun POV END

.

.

.

Sore itu, rambut Donghae sedang dirias. Ryeowook yang baru mendapatkan pelajaran, ingin segera mempraktikan pada temannya itu.

“Aku suka tatanan rambutmu” puji Donghae.

“Terima kasih”

Tantanan rambut yang cukup sederhana. Kepangan di sebelah kiri hingga kebelakang dengan akhir yang digelung. Membuat tampilannya terkesan anggun dan dewasa.

“Hae~ setiap malam Prince Kyuhyun berada di taman sebelah” ucap Ryeowook sepelan mungkin. Donghae terdiam membeku.

Deg

“Aku tak sengaja melihatnya seminggu yang lalu melihat ke arah kamar ini dan sampai sekarang ia masih melakukannya” lanjut Ryeowook, mengerti arti diamnya Donghae.

“Hmmm”

“Bicaralah padanya, Hae~. Kalian butuh bicara. Bukankah kalian masih sepasang kekasih?” nasihat Ryeowook sepelan mungkin agar tak menyakiti hati Donghae.

“Kami hanya affair” balas Donghae tak bernada.

“Tidak Hae~ aku tak kuat melihatmu seperti ini terus” komentar Ryeowook.

“Baiklah” pasrah Donghae.

.

Malamnya benar saja, Kyuhyun di sana. Masih setia melihat ke arah jendela yang tertutup itu.

“Sayang, bagaimana keadaanmu?” tanya Kyuhyun bermonolog ria.

“Sudah makan belum? Apa kau baik-baik saja hmm?”

Kyuhyun kemudian terdiam, tersenyum miris ke arah jendela itu. “Sudah malam. Apa kau mengantuk? Sebaiknya tidur sayang. Mimpi indah~”

“Maafkan aku Lee Donghae. Aku mencintaimu” selalu dan selalu kalimat itu yang akan Kyuhyun ucapkan pada akhirnya.

Grep

Seseorang tiba-tiba memeluknya dari belakang dengan begitu erat. Tak lama isakkan kecil keluar dari bibir mungil orang itu. Mengucapkan kata cinta berkali-kali. Tubuh dibelakang Kyuhyun bergetar hebat.

“Hiks… Aku mencintaimu Kyu hiks… bodoh hiks…” isak Donghae masih memeluk Kyuhyun.

“Hae~” lirih Kyuhyun tak percaya.

Sreet

Kyuhyun membawa Donghae ke dalam pelukannya. Setelah seminggu lebih mereka tak seperti ini. Setelah kelakuan konyol yang Kyuhyun lakukan setiap malamnya. Donghaenya keluar tanpa diminta, tanpa Kyuhyun berani memintanya kepada Tuhan sekali pun.

“Aku mencintaimu Kyu hiks… aku mencintaimu” ucap Donghae entah untuk yang keberapa kalinya.

“Maafkan aku Hae~ maafkan aku” balas Kyuhyun yang juga entah keberapa kalinya.

Cup

Keduanya berciuman lembut. Memejamkan mata untuk meresapi setiap sentuhan itu. Manis yang biasanya, mereka dapati kembali. Rasanya luar biasa manis, berbeda jika dengan orang lain.

“Emmhhh Kyuh~ emmmhh” desah Donghae.

“Panggil namaku Hae~ panggil namaku saja Hae~” perintah Kyuhyun disela-sela ciuman mereka.

“Kyuh~ kyuh~ emmmhhh Kyuh~” desah Donghae menuruti perintah Kyuhyun.

Tangan Kyuhyun merengkuh pinggang ramping Donghae agar merapat. Begitu juga Donghae yang memeluk leher Kyuhyun erat. Keduanya saling mengeratkan satu sama lain, takut kalau terlepas maka tak akan pernah lagi menyatu.

Cukup seminggu ini bayangan-bayangan buruk menghinggapi pikiran mereka. Toh mereka masihlah sepasang kekasih. Semuanya akan gampang asalkan mereka saling mencintai dan percaya. Benarkan?

.

.

.

Kisah percintaan segi tiga selalu membuat setiap orang berdebar-debar. Sayangnya tidak bagi yang mengalaminya.

Seperti yang Kibum janjikkan, setiap dua minggu sekali dia mendatangi Donghae. Mengajaknya pergi ke luar kota atau sekedar berjalan-jalan di sekitar sekolah. Keduanya memang menjadi sangat akrab. Kibum pun sudah tak secanggung dulu.

“Hae~” panggil Kibum lembut.

“Hmmm”

“Buku apa yang sedang kau baca sayang?” tanya Kibum.

Hari ini, mereka menghabiskan waktu di bukit dekat istal. Mereka berpiknik ria.

“Novel, Bum” jawab Donghae singkat.

Sreet

“Eh?”

Dirampasnya novel yang Donghae baca. Kemudian, Kibum tertidur di paha Donghae.

Sreet

Cup~

Diraihnya tengkuk Donghae hingga Kibum bisa meraih bibir tipis itu. Mencuri ciuman dari kekasihnya.

“Bum~ah” protes Donghae.

“Apa hmm?” tanya Kibum dengan senyum polosnya.

“Tidak… kembalikan novelku” rengek Donghae manja.

“Tidak akan” balas Kibum sambil menyembunyikan novel Donghae dibalik punggungnya.

“Kembalikkan”

“Tidak Hae~” goda Kibum masih setia menyembunyikan novelnya.

“Bum-kyaaa!”

Bruk

Keduanya terjatuh dengan Donghae yang menindih Kibum. Keduanya terdiam dengan jarak sedekat itu. Bisa dirasakkan jantung Kibum berdetak sangat keras.

‘Tuhan betapa beruntungnya aku memiliki dia’ batin Kibum.

‘Kyuhyun, kumohon tolong aku’ batin Donghae.

Cup~

Kibum meraih tengkuk Donghae. Disambarnya bibir itu lagi. Entah sejak kapan Kibum merasa ketagihan dengan rasa manis bibir Donghae. Melumatnya dalam.

Sreet

Kibum membalikkan tubuhnya hingga Donghae yang berada di bawahnya. Menumpukkan tubuhnya dengan siku yang berada di sisi kanan kiri Donghae. Kibum terlihat semakin dalam mencium Donghae dengan mulai memasukkan lidah itu.

“Emmhhh emmhhh” desah Donghae tanpa memanggil nama Kibum. Dirinya terlalu sadar untuk tidak menikmati ciuman ini. Pesan Kyuhyun terlalu terngiang-ngiang.

“Emmmhh emmmh” desah Donghae lagi saat lidahnya disedot begitu dalam oleh Kibum. Lidah Kibum memang begitu lincah, tapi tidak selincah dan senikmat Kyuhyun. Matanya, pikiran dan hatinya hanya untuk Kyuhyun. Hingga bayangan itulah yang berada diatasnya sekarang.

“Ennnggghhh” lenguh Donghae saat sebuah tangan meremas salah satu gundukan miliknya. Sementara lehernya sedang dilumat oleh Kibum.

Seakan tersadar dengan fantasi liarnya dengan Kyuhyun, Donghae segera mendorong dada Kibum. “Hosh… Kibum hosh… sesak hosh…” ucap Donghae susah payah memberi alasan yang masuk akal.

“Maaf” lirih Kibum.

“Tak apa”

“Kau sangat cantik Donghae~” puji Kibum, yang malah terdengar seperti ‘Kau indah Lee Donghae’ yang diucapkan oleh Kyuhyun.

“Terima kasih” jawab Donghae dengan senyum indahnya. “Ah! Aku lupa! Ryeowook sedang menungguku” bohong Donghae bersiap akan pergi.

Sreet

Cup

“Bye~” pamit Kibum.

“Kau! Dasar!” gerutu Donghae, kemudian pergi meninggalkan Kibum.

“Sebentar lagi. Pasti” guamam Kibum.

.

“Hiks… hiks… menjijikan hiks… aku benar-benar menjijikan hiks…” isak Donghae begitu sampai asrama.

Selalu seperti ini. Pergi begitu Kibum mulai mencumbunya. Kemudian menangis di asrama sambil merutuki kebodohan dan ketidakberdayaannya.

.

Begitulah kira-kira setiap dua minggu sekali yang harus Donghae lalui. Begitu juga Kyuhyun yang terkadang mengintipnya dari jauh. Bodoh memang, tapi hanya ini yang bisa mereka lakukan. Dan apabila Kibum telah kembali, Kyuhyun akan berlaku seperti dia tak melihat apa saja yang dilakukan Kibum dan Donghae.

.

.

.

Di kelas

“Yoona, apa benar kau akan menikah?” tanya salah seorang prince.

“Tentu saja” bangga Yonna.

“Wah, princess di sini makin sedikit saja. Sooyoung, Krystal dan Donghae, kalian tak boleh menerima lamaran siapa pun. Tanggung tinggal satu bulan lagi kita lulus”

Ya, memang tinggal satu bulan lagi. Terlalu cepat waktu berlalu. Para prince dan princess satu per satu keluar. Membangun sebuah keluarga baru.

“Enak saja!!” seru Sooyoung dan Krystal bersamaan.

Gelak tawa segera memenuhi ruangan itu. Kelas memang sudah dibubarkan sedari tadi, tapi nampaknya mereka masih ingin menghabiskan waktu bersama. Bukankah mereka sebulan lagi bersama?

“Princess Donghae, kudengar kau menjalin hubungan dengan Prince Kibum?” tanya Krystal to the point.

Deg

“Benarkah?!” seru beberapa prince dan princess.

“I-itu… hmmm… iya” ucap Donghae akhirnya.

“Kami kira kau menjalin hubungan dengan Prince Kyuhyun” ujar Prince Minho.

Deg

“Mana mungkin. Prince Kyuhyun tak akan mau bersamanya, ya ‘kan?” komentar Krystal.

“Ya ‘kan itu perkiraan kami. Habisnya mereka tampak cocok” sambung Prince Changmin.

‘Benarkah?’ batin Kyuhae.

‘Sayangnya sangat benar kalau aku menjalin hubungan dengan dua pria ini’ tambah Donghae miris, dalam hati.

“Sudahlah. Kalian tidak usah berpikir yang aneh” sahut Yoona,

“A-aku duluan. Ryeowook menungguku” pamit Donghae buru-buru.

“Ada apa dengan anak itu?” sinis Krystal.

“Kukira dia sangat beruntung mendapatkan Prince Kibum. Aku saja tidak jadi bersama Prince Kibum” komentar Yoona. Jelas dari nada suaranya masih ada kesan iri, sayangnya dia sudah dilamar dan dia amat mencintai calon pendampingnya itu.

.

.

.

Siang di Lavender Hill

Kedua insan yang diliputi cinta tampak sedang menikmati harinya. Si namja memeluk erat seorang yeoja. Sedangkan yeoja itu terlihat sangat nyaman dengan apa yang tengah dilakukan sang namja.

“Kyu, tak bisakah kita mengakui saja?” tanya Donghae.

“Mengakui apa, sayang?” balas Kyuhyun pura-pura tak mengerti.

“Tentang kita. Tentang hubungan kita, Kyu”

Kyuhyun terdiam. Otaknya sibuk berpikir mencari kata-kata yang tepat untuk membalas pernyataan sekaligus pertanyaan kekasihnya.

“Apa kau malu mempunyai kekasih sepertiku?” tanya Donghae.

“Konyol sekali. Mana mungkin seperti itu. Aku sangat bersyukur mempunyai kekasih sepertimu, kau kebahagiaanku, kau napasku, kau oksigenku, kau segalanya Lee Donghae” jelas Kyuhyun sambil merangkum wajah Donghae dengan tangannya.

Blush

Pipi Donghae merona hebat mendengar serangkaian kata indah.

“Aku suka warna ini Lee Donghae. Begitu… emmmhh indah” puji Kyuhyun sambil mengelus rona pipi Donghae dengan ibu jarinya.

“Kyunnie~” lirih Donghae.

“Hmmm”

“Aku mencintaimu, Kyu~”

“Dengarkan aku Lee Donghae” pinta Kyuhyun. Kening dan hidungnya ia satukkan dengan kening dan hidung Donghae. Napas hangat keduanya saling menerpa masing-masing wajah mereka.

“Sampai kapan pun, aku akan tetap mencintaimu. Aku tak akan pernah meninggalkanmu. Aku akan menjadikanmu pendampingku, selamanya. Mengerti? Kau harus mengingatnya dengan benar” jelas Kyuhyun tanpa jeda.

“Iya, Kyu~”

“Good Lady”

“Yes, I am”

Cup

Dikecupnya bibir Donghae, singkat. “Menggemaskan” lirih Kyuhyun. “Aku mencintaimu” bisik Kyuhyun mesra.

.

.

.

Tibalah hari itu. Hari kelulusan kelas Donghae. Sungguh tak terbayangkan oleh Donghae akan bersekolah di sini. Bertemu para prince dan princess. Berpacaran dengan salah satu calon duce. Mendapatkan sahabat baik seperti Ryeowook. Belajar tentang segalanya di sini.

“Ryeong~ah” rengek Donghae yang baru bangun.

“Hae! Lee Donghae! Ada surat! Cepat bangut! Ada surat!” seru Ryeowook sedikit berteriak.

“Ish… ada apa si?” gerutu Donghae.

“Ada surat. Ini untukmu”

“Dari siapa?”

“Entahlah. Aku tak membacanya”

Donghae segera bangkit dan mengambil suratnya. Seumur hidupnya baru kali ini ia mendapatkan surat. Di Korea mana ada surat-suratan, sudah ada ponsel, internet. Ah… dia lupa ini di negara maju tepatnya di wilayah seperti ini.

Dear My Lady, Lee Donghae

Sudah bangunkah sayang?

Bagaimana kabarmu, sayang? Apa kau baik-baik saja?

Maaf aku tak bisa menemanimu di acara kelulusan kita

Aku harus pergi, aku tak tahu kita akan bertemu lagi atau tidak

Yang harus kau ingat, aku sangat-sangat mencintaimu sampai kapanpun

Maaf mengingkari janjiku

Kuharap kau tidak bersedih sayang

Jeongmal saranghae Lee Donghae~

 

To Lady Lee With Love

Kyuhyun

Bruk

Donghae terjatuh di lantai. Badannya terasa lemas. Isakkan memang tak ada, tapi air matanya mengalir lebih deras dari biasanya.

“Hae! Kenapa? Siapa yang mengirim surat?” panic Ryeowook. Dogoyang-goyangkannya tubuh Donghae, tapi tak ada respon. Donghae hanya terdiam, masih dengan air mata yang terus mengalir.

Grep

Donghae yang baru sadar kehadiran Ryeowook segera memeluk tubuh mungil yang ada di depannya. Menagis sejadinya di bahu Ryeowook. Menumpahkan segala perasaannya.

Setelah apa yang Kyuhyun dan Donghae lalui. Setelah Kyuhyun yang menyuruhnya bersama Kibum. Setelah semua yang ia korbankan, Kyuhyun meninggalkannya. Meninggalkannya di hari kelulusan mereka.

Ryeowook meraih surat yang Donghae baca. Membacanya dengan seksama. Rasa tak percaya dan shock juga mendera Ryeowook. Pasalnya ia amat tahu keduanya saling mencintai.

.

Di Hall bangunan utama

Donghae datang mengenakan gaun yang Kyuhyun buatkan untuknya sekaligus aksesorisnya. Tadi, bersamaan dengan surat itu, dia mendapatkan sekotak besar hadiah yang berisi gaun dan aksesoris itu.

“Sayang~” panggil Kibum yang terpesona dengan penampilan Donghae.

“Hmm” gumam Donghae dengan pandangan kosong.

“Kau kenapa?” tanya Kibum.

“Tak apa”

Keduanya pun berjalan menuju kerumunan orang. Beberapa decak kagum menggema di sana. Memuji ketampanan Kibum dan kecantikkan Donghae. Merka diagung-agungkan sebagai pasangan paling cocok.

“Mau berdansa denganku?” ajak Kibum sambil berlutut.

Donghae terdiam. Tak berapa lama meraih tangan Kibum.

Mengerti akan situasinya orang-orang di sekitar mereka segera menjauh, membuat suatu lingkaran khusus untuk Kihae.

Grep

Kibum meraih pinggang Donghae. Melingkari pinggang Donghae dengan kedua lengan kekarnya. Memaksa agar tubuh mereka tak bercelah. “Peluk leherku, Hae~” bisik Kibum.

Donghae melakukannya tanpa penolakkan.

Ketika music dimulai, gedung itu ikut sepi. Menikmati dance romance yang Kihae ciptakkan. Membuat atmosfir hall itu lebih hangat.

“Kau sangat cantik Hae~” puji Kibum.

“Hmm”

.

Kibum POV

Kyuhyun meninggalkanmu?

Kau seperti mayat hidup, sayang

Kalau aku yang meninggalkanmu, akankah kau seperti ini juga?

Apa aku jahat, sayang?

Tidak ‘kan?

Aku hanya ingin mengambil apa yang seharusnya jadi milikku

Katakkan padaku Hae, kau juga menyukaiku ‘kan? Menyayangiku ‘kan? Mencintaiku ‘kan?

Apa aku tak pantas bersamamu Hae?

Orang-orang bilang kita cocok Hae~ bisakkah kau mendengarkkan itu?

Apa kau bisa mendengar debaran jantungku yang sellau menggila?

Grep

Donghae mengeratkkan pelukannya di leherku. Wajahnya ia benamkan di bahuku. Entah apa yang dia lakukan. Yang pasti sepersedetik kemudian, kurasakkan kemejaku basah.

Kau menangis sayang?

Sebegitu terlukanya kah kau?

Tidakkah kau berpikir luka yang kau tanam lebih dari pada luka yang kau rasak ‘kan sayang? Apa aku mulai menjadi egois?

Yang kutahu egois itu menyenangkan sekaligus menyakitkan

Tapi harus kau ingat sayang. Aku sangat amat mencintaimu Lady Lee Donghae

Kibum POV END

.

Author POV

Pesta selesai dengan begitu cepat. Kibum mengikuti Donghae menuju asramanya. Tak ada larangan bagi prince atau princess yang sudah lulus untuk datang ke asrama lainnya.

“Hae~ kau mau kemana?” tanya Ryeowook bingung. Matanya terus menatap Donghae dan Kibum bergantian.

“Dia akan tinggal di mansionku” jawab Kibum.

“Hae~ kau akan meninggalkanku?” lirih Ryeowook

Ryeowook memang orang skotlandia. Masalahnya adalah Ryeowook seorang yatim piatu. Tak ada sanak saudara yang ia kenal di dunia ini. Donghae-lah sahabat pertamanya.

Mata Ryeowook mulai berair. Sungguh ia mau dirinya di bawa ke Negara Donghae. Tinggal selamanya dengan Donghae. Melayani Donghae seumur hidup.

Grep

Donghae memuluk Ryeowook erat. Sedangkkan Ryeowook sudah mennagis di bahunya. “Tidak, Wooky hiks… . Kau akan hiks… ikut. Kau sahabat hiks… wanita pertamaku. Hiks… Kau akan ikut hiks… kemana pun aku hiks… pergi, jika kau hiks… mau’ bisik Donghae ikut terisak.

“Terima kasih Hae~. Hiks… aku menyayangimu Hae~” balas Ryeowok.

Kibum yang melihatnya, tersenyum begitu lembut. Donghaenya begitu bijaksana dan mengagumkan.

“Baiklah nona-nona. Bagaimana kalau kalian berkemas sekarang”  seru Kibum mengubah suasana.

“Tunggu! Memangnya Hae tak kembali ke Negara Hae?” Tanya Ryeowook bingung.

“Orang tuaku belum menanyakan. Lagi pula kita harus membuat paspor dan visa untukmu Ryeowook”

“Untuk apa? Aku ‘kan sudah punya”

“Untuk tinggal bersamaku di Korea. Kau akan ikut denganku Ryeowook”

“Benarkah?” Tanya Ryeowook berbinar. Donghae mengangguk imut.

.

.

.

Di perjalanan Ryeowook dan Donghae terus berceloteh. Terkadang berkomentar tentang apa-apa saja yang mereka lihat lewat kaca kereta kuda milik Kibum. Kibum juga akan dengan sabar menjawab pertanyaan-pertanyaan kedua yeoja itu.

 

Sesampainya di Mansion Kibum

Donghae dan Ryeowook terkagum-kagum dengan Mansion Kibum.

Biar kujelaskan

Mansion utamanya berbentuk persegi. Dikelilingi oleh beberapa bangunan kecil. Di timurnya terdapat isatal yang bahkan lebih besar dari istal sekolah. Disampingnya ada sebuah kincir dimana itu adalah dapur luar. Di sebelah utara rumahnya terdapat rumah kaca. Diutara lautnya terdapat sebuah pekebunan anggur. Di sebelah selatan terdapat perkebunan buah-buahan. Sedangkan di sebalah istal ada bukit yang sangat luas dengan air terjun kecil.

Sempurna. Mansion ini sangat luas. Ah jangan lupakkan satu bangunan yang penuh dengan kereta kuda dan mobil modern.

“Mari masuk” ajak Kibum.

Ketiganya pun masuk ke dalam mansion itu.

Lady dan Lord Birzeit ternyata sudah menunggu mereka di depan pintu. Tak lupa pelayan-pelayan ikut mengelilingi mereka. Entah itu membawakkan barang-barang Hae atau membawa berbagai macam makanan.

“Selamat datang Lady Lee” sapa Lady Birzeit ramah.

Donghae dan Ryeowook membungkuk sopan.

“Lady Lee, wanita itu pelayan pribadimu?” Tanya Lord Birzeit hati-hati.

“Iya” jawab Ryeowook sambil membungkuk hormat.

“Bukan, dia sahabatku” sambung Donghae.

Semuanya terdiam.

“Ah. Sebentar biar aku panggil kan adiknya Kibum dulu” seru Lady Birzeit mengubah atmosfir kecanggungan itu.

“Kau punya adik?” Tanya Donghae pelan. Kibum hanya mengangguk.

“Kyu! Kyuhyun! Turunlah. Lihat gadis cantik kekasih kakakmu, sayang!” seru Lady Birzeit.

Deg

‘Kyu? Kyuhyun? Bukankah banyak nama dia juga?’ batin Donghae tak tenang.

“Baik, bu!” balas pemuda itu.

Deg

‘Suara itu’

Tak berapa lama. Seorang pemuda berpakaian rapi menuruni tangga. Wajahnya, Donghae tak mungkin melupakkan wajah itu.

“Perkenalkan dirimu sayang” suruh Lord Birzeit.

“Halo. Aku Kyuhyun Gahfeza Birzeit anak kedua dari pasangan Lady Heechul Birzeit dan Lord Hankyung Birzeit. Adik dari Kibum Hyland Birzeit” jelas Kyuhyun.

.

.

.

TBC

.

Ottokhae?

Ga mau cuap-cuap banyak.

Gumawo yang udah review ne

.

Mind To Review?

 

22 comments to To Travel With Love Chapter 10

  1. Eun Byeol mengatakan:

    Yyeyey!!
    Update!!
    Donghae baru tahu kalo Kyuhyun sama Kibum bersaudara??
    Kyuhyun nggak tahu juga kalo Donghae bakal dibawa ke mansion keluarganya??
    Makin seru, chingu..
    Lanjuuuuut~

  2. Kyuhae03 mengatakan:

    Lanjuttt…aq ska bgt ceritanya..mianhae krn bru review pdhal aq dh bca ff ini dr ch awalnya pas msh di ffn hbs aq bcanya pke hp n kalw review situ kdgn reviewnya gak masuk…hehehe.dilanjt y scptnya..salam kenal^_^

  3. Cho MinHyun mengatakan:

    Annyeong..
    sebelumny aku minta maaf,
    karena jadi silent readers di ff sunbae..
    hihi,mianhae..
    tapi kalo updatenya di blog gini..
    aku bakal sering2 review..
    mianhae ne,sunbae..

    ceritanya makin bagus..^o^
    ditunggu kelanjutannya..

  4. Hae.. mengatakan:

    Weeewww…
    Menyebalkan,,
    Knpa hrz bgtu ??
    Bkin deg2_an aja,,
    Tinggal 1 rumah ??
    Kyu_Ki_Hae ??
    Pdhal aq baca dr awal malah gak nyangka mreka b’saudara,,
    Fiuh..
    Affair yg sgt ..
    HOT..

  5. gamers cho mengatakan:

    akhirnya nemu nih wp :) ) kemaren2 bingung mau komen tapi gabisa :( entah kenapa hp ku ga jodoh sama ffn,,,

    kasian hae :( pasti susah serumah sama kyu,,,kibum juga tega amat ga ngasih tau kalo dia sodaraan sama kyu :o

  6. hubsche mengatakan:

    Bakal menarik nih KiHaeKyu dalam satu rumah… Udah jadiin aja lah dua2nya hahahaha :’)))
    Ditunggu next chap :)

  7. Haehyukyumin mengatakan:

    Gatdemsyit! gela looooohhhh ini bagus banget bangbrooooooo!! harus dilanjut yaaaaaa!! 파이팅!

  8. ecca augest mengatakan:

    kyu adeknya kibum???
    tp kok gk keliatan sie???
    malah disekolah mereka cuek2an…
    ada cerita masa lalunya yaa????

  9. lita samantha mengatakan:

    aah saya ketinggalan lg

    ya ampun ternyata kibum ama kyu itu bersaudara

    jd pada siapa hae bkal menikah?
    Kyu apa kibum?
    Jujur sy berharap ama kibum aja.
    Tp itu terserah authornya

  10. noaiy mengatakan:

    Wah wah ternyata si kyu ma bummie sodaraan…
    KiHaeKyu dalam satu rumah gimana tuh… yank kasian kan si hae,
    Tapi, ttp saja knpa si kyu kekuh mo nyatuin kihae??? Alasan nya apa???

  11. arumjunnie mengatakan:

    dari awal aku ngira mereka sodaraan diliat dari nama birzeitnya. tapi ku pikir mereka sodara sepupu bukan kaka adik.
    wah kihae momennya kalo seandainya mereka saling mencintai passti so sweet banget. bikin Kihae Shipper meleleh…
    Tingal satu rumah? makin makan ati nih…

  12. Irinda Rhieen mengatakan:

    Kereeeen :D makin seruuuuu, lanjut lanjuuuuut, thor ;)

  13. ririe mengatakan:

    kibum agresif jg klo ma hae. Tp hae.a kasian, dy mlh kyk mayat idup :(

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s